Senin, 19 Oktober 2015

Cara Menjadi Pribadi yang Lebih Terbuka

Diposting oleh Andalusiaa di 03.55 0 komentar
Mereka yang terbuka akan mudah bergaul dan mendapat banyak teman, meski mereka yang tertutup juga merasakan telah memiliki banyak teman namun orang akan lebih memilih berteman dengan mereka yang extrovert karena akan mudah memberikan ide-ide atau sekedar nyambung untuk di ajak berbincang.

Orang introvert juga akan susah untuk mengeluarkan idenya, walaupun sebenarnya mereka telah memiliki ide dalam pikirannya namun akan sangat sulit bagi mereka untuk mengungkap semua itu. Berbeda dengan mereka yang terbuka, mereka akan sangat mudah menggelontorkan pendapat maupun pertanyaan yang ada di pikirannya tanpa adanya keraguan dalam benaknya akankah yang dilakukan salah atau benar dan ini adalah sikap yang baik bagi seseorang jika dalam kelas atau sekedar berdiskusi.

Mengungkapkan apa yang ada dalam diri adalah suatu keberanian yang patut di acungi jempol, namun tak banyak dari mereka yang memilih untuk diam dan mengikuti apa yang sudah di tentukan karena mereka berfikir bahwa apa yang sudah di tentukan adalah yang terbaik untuk mereka.

Padahal mungkin dalam ketentuan tersebut tidak sesuai dengan diri mereka,tetapi mereka tetap dalam zona nyaman yaitu lebih memilih untuk berdiam diri.

Lalu apa penyebab mereka memilih untuk berdiam diri dari pada mengungkapkan ide yang di miliki? Salah satu penyebab mengapa mereka lebih suka diam dan tidak mengungkapkan apa yang ada dalam fikirannya adalah karena mereka takut apabila apa yang mereka katakan adalah salah.

Alasan ini sangat banyak di jumpai pada mereka yang masih sekolah,apabila guru atau dosen bertanya tak sedikit dari murid atau mahasiswa yang menundukkan wajah, atau bahkan berpura-pura tidak mendengar supaya tidak di tanya.

Dan apa yang membuat mereka takut salah dalam berpendapat? Tak lain adalah karena sejak usia mereka masih kecil, mungkin dalam kehidupan sehari-hari mereka sering di atur oleh orangtuanya, harus mematuhi dan melakukan apa yang sudah di tentukan oleh orang tua.

Dan apabila mereka ingin melakukan apa yang ingin dia lakukan mungkin akan di larang oleh orangtuanya. Nah ini adalah peran orangtua dalam mendidik yang mungkin bisa dikatakan terlalu over protective, sehingga dengan pengalaman yang di dapat dari keluarga, para introvert akan lebih memilih untuk diam dan mengikuti apa yang sudah di tentukan.

Jadi di sini peran keluarga sangat penting untuk mengembangkan budaya extrovertpada mereka sejak usia masih dini agar mereka bisa mengungkapkan ide kreatif yang mereka miliki. Salah satu cara agar mau berpendapat adalah dengan memberikan kesempatan kepadanya untuk menentukan sendiri hal kecil apa yang harus di lakukan tanpa harus menunggu perintah dari orang tua.
Apabila mereka salah jangan memarahi dengan terang-terangan dan dengan seketika melarangnya untuk melakukan apa yang di inginkan.
Hal ini akan membuat mereka menjadi trauma dan tidak mau lagi melakukan apa yang sudah terpikirkan olehnya dan ini akan berakibat bahwa pendapatnya salah dan akan berefek mereka menjadi tidak ingin untuk mengembangkan pendapatnya, padahal sebenarnya pendapat seseorang itu tidak ada yang salah.

Ada pula hal lain yang membuat mereka menjadi introvert, seperti misalnya orang-orang yang berada di sekitarnya adalah mereka yang juga memiliki sifat sama sepertinya yaitu tertutup, ini akan membuat sikap tertutup mereka lebih kuat dan sangat sulit untuk merubahnya menjadi terbuka karena apa yang ada di sekitarnya adalah orang-orang yang juga introvert jadi tidak ada contoh untuk menjadi lebih terbuka.

Walaupun biasanya seseorang yang memiliki sifat tertutup akan berteman juga dengan orang dengan kepribadian yang sama, namun akan lebih baik jika memiliki teman yang terbuka atau tidak terlalu tertutup karena ini akan berpengaruh pada kepribadian paraintrovert.

Lalu apakah bisa merubah diri menjadi lebih terbuka jika telah terjun menjadi orang yang tertutup? Jawabannya adalah bisa, jika memang memiliki kemauan untuk menjadi lebih terbuka. Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini selama kita benar-benar menginginkan dan berusaha dengan keras, termasuk merubah diri untuk menjadi pribadi yang lebih terbuka.

Sebenarnya tidak begitu susah untuk menjadi sosok yang terbuka, namun juga tidak semudah membalikkan telapak tangan jika ingin merubah diri dari pribadi yang introvertmenjadi sedikit lebih extrovert. Dan berikut adalah contoh cara yang bisa dilakukan untuk merubah diri menjadi pribadi yang lebih terbuka:


Optimis


Orang introvert biasanya selalu berfikir pesimis, takut salah untuk melakukan sesuatu jadi terkadang mereka ragu untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan walaupun sebenarnya apa yang merekan inginkan adalah benar.

Berbeda dengan seseorang yang telah memiliki sikap terbuka, mereka selalu berfikiran positif jika akan melakukan sesuatu dan tidak takut salah, walaupun pada akhirnya apa yang dilakukannya adalah salah. Seorang extrovert akan menjadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran dan untuk membuat kesalahan tersebut menjadi suatu kebenaran kedepannya.
Berfikir positif dan selalu optimis akan membawa kita pada pribadi yang terbuka, tidak perlu takut salah untuk mengatakan sesuatu, berfikirlah bahwa jika kita berbicara salah yakinlah ini bukan akhir dari segalanya dan masih ada hari esok yang akan membawa kita untuk lebih baik.
Jika kita selalu optimis dalam segala hal maka semakin lama kita akan terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan terbuka, tidak takut untuk mengungkapkan sesuatu dan tidak lagi takut salah.

Belajarlah dari kesalahan, so jangan takut salah untuk mengawali diri menjadi lebih baik.


Kenali ciri-ciri orang extrovert 

Terus mengamati orang-orang ekstrovert, melihat gaya berbicara, mengeluarkan pendapat dan ekspresi dalam mengungkapkan ide dapat membuat kita mengikuti apa yang di lakukannya dan membuat kita juga akan menjadi lebih ekstrovert.

Disini bukan berarti bahwa kita harus melihatnya setiap saat, tanpa berhenti memperhatikannya. Namun sesekali saat mereka sedang mengungkapkan pendapatnya di depan umum. Hal pertama yang harus dilakukan adalah sesering mungkin mengamati tindakan orang ekstrovert, lalu mencoba untuk melakukan apa yang telah mereka lakukan.
Pada awalnya memang susah untuk menjadi seperti mereka yang terbuka, tapi jika kita terus berusaha maka tidak mustahil untuk menjadi seperti mereka. 
Setelah sering mengamati, cobalah untuk berlatih berbicara di depan kaca, anggap bahwa ada banyak orang yang melihatmu berbicara, lalu terapkan latihan tersebut pada kehidupan sehari-hari misalnya seperti berpendapat dalam kelas, atau sekedar bertanya pada dosen. Hal ini akan membantu kamu untuk menjadi seperti mereka yang sudah terbiasa untuk terbuka di depan umum.


Keluar dari zona nyaman

Orang introvert biasanya lebih memilih untuk tetap pada pendiriannya atau pada dunianya, biasanya mereka tidak ingin melakukan sesuatu yang baru. Mereka beranggapan bahwa apa yang dia lakukan selama ini memang sudah membuatnya nyaman.
Namun untuk menjadi seseorang yang lebih extrovert kita bisa mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya.
Pada awalnya tindakan melakukan sesuatu yang baru akan membuat kita tidak nyaman dan ingin kembali pada zona nyaman sebelumnya, tapi setelah terbiasa dengan hal-hal yang baru itu akan bisa membuat kita untuk selalu mencoba yang baru dalam segi positif.
Mencoba sesuatu yang baru akan membuatmu menjadi sosok orang yang lebih terbuka, memberikan ide-ide yang baru, lebih berfikiran terbuka dan kreatif. 
Sebagai contoh keluar dari zona nyaman adalah jika biasanya kita hanya menjadi pendengar, cobalah sekali-sekali menjadi orang yang bercerita atau mengungkapkan ide. Dan jadikan lawan bicaramu sebagai pendengar. Ini akan membawa kita untuk menjadi lebih terbuka.


Perlihatkan dirimu


Maksud dari perlihatkan diri disini adalah, buat diri anda dikenal dan di lihat oleh orang lain setidaknya orang-orang yang ada di dekatmu. Biasanya seorang introvert tidak akan mau menunjukan dirinya walaupun mereka memiliki sesuatu yang bisa di perlihatkan seperti prestasi atau yang lain.
Disini untuk menjadi seorang extrovert cobalah untuk menunjukkan diri, tunjukkan pada mereka bahwa kamu bisa melakukan sesuatu dengan baik dan berprestasi. 
Untuk memperlihatkan diri mungkin seorang introvert akan memerlukan usaha yang cukup keras, seperti misalnya mencoba untuk mengungkapkan pendapat di depan umum. Untuk seseorang yang sudah terbiasa dengan berbicara di depan umum mungkin ini bukanlah hal yang sulit di lakukan dan tidak memerlukan usaha yang keras, namun untuk mereka yang sebelumnya belum pernah melakukan itu seperti paraintrovert ini adalah hal baru yang memerlukan usaha dan latihan yang cukup sering untuk memberanikan diri melakukannya.


Jadikan kritik sebagai pelajaran

Jika mendapat kritikan atau cemohan dari teman-teman disekitar karena kamu telah melakukan sesuatu yang salah atau kurang tepat, janganlah langsung menyalahkan diri sendiri, namun kritikan tersebut dijadikan pelajaran dan masukan yang membangun dirimu.
 Ada orang yang mengkritikmu, tandanya dia memperhatikan kamu.
Jangan pula langsung membenci orang yang mengkritik kamu dan bahkan tidak mau lagi berinteraksi atau bertemu dengannya, ini akan membuatmu semakin tertutup. Untuk menjadi lebih extrovert coba buat kritikan tersebut untuk membangun dirimu dan menjadikanmu tidak di cemooh lagi.

Ini akan membuat kamu untuk terus berusaha bersikap lebih baik dan juga orang yang akan memberi kritik tidak akan sungkan lagi jika melakukan sesuatu yang kurang sesuai dan akan membuatmu semakin lebih baik.


Perbanyak bersosialisasi dengan sekitar

Salah satu cara untuk menjadi seseorang yang extrovert adalah mampu bersosialisasi dan berurusan dengan banyak orang, jangan menunggu orang-orang untuk datang kepada kita tapi coba untuk mendekatkan diri pada mereka, perbanyak berkomunikasi dengan sekitar.

Cara yang sangat mudah untuk bersosialisasi adalah dengan mengikuti berbagai organisasi di kampus atau di lingkungan rumah, biasanya orang introvert jarang tertarik dengan dunia organisasi karena mereka lebih memilih untuk menyendiri dari pada berurusan dengan banyak orang.

Tapi dengan ikut organisasi akan memberikan kesempatan kepada kalian untuk berubah menjadi pribadi yang lebih terbuka dengan orang-orang karena mereka akan sering berdiskusi dalam organisasi tersebut.


Jadilah pribadi yang tegas

Sebagai pribadi yang tertutup sangat sulit bagi mereka untuk menentukan sesuatu sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan fikirkan, mereka hanya akan mengikuti apa yang di katakan orang lain walaupun mereka tidak menginginkannya. Nah ini adalah sikap yang membuktikan bahwa orang introvert sering di atur oleh orang yangextrovert. 

Dengan ini cobalah untuk menjadi sosok yang extrovert, menentukan apa yang ingin kamu lakukan jika memang itu baik dan benar. Tegaslah dalam menentukan sikap dan pilihan jangan hanya tergantung pada orang yang dianggap selalu benar. Sesering mungkin untuk mengungkapkan opini atau cobalah untuk meminta sesuatu, tidak hanya berdiam diri menerima perintah.

Seperti contoh, cobalah untuk menentukan menu makanan apa yang akan di hidangkan untuk makan malam. Mungkin terasa sulit untuk mengungkapkan opini ini karena sesekali terbesit dalam benak kita “apakah pilihan saya benar?” “apakah mereka akan setuju dengan pilihan saya?”

Tapi berusahalah untuk membuang jauh-jauh pertanyaan itu, masalah benar atau tidak sejutu itu adalah masalah di akhir, yang paling penting untuk saat ini adalah bisa menentukan dan tegas dalam memilih walaupun mungkin tidak di terima orang teman-teman dan sekitar anda.


Hadapi ketakutan


Hal yang menakutkan adalah ketakutanmu sendiri, jadi berusahalah untuk tidak takut lawan rasa takutmu sendiri dengan menghadapinya untuk menjadi pribadi yang lebih terbuka. Misalnya takut berbicara, cobalah untuk berbicara lupakan semua rasa takut yang menghambatmu untuk berbicara.

Karena sebenarnya penghambat untuk menjadi lebih terbuka adalah takut, takut jika terbuka akan mengakibatkan hal-hal yang tidak di inginkan, seperti tidak memiliki privasi dan sebagainya.

Lihatlah segi positif menjadi terbuka jangan selalu memikirkan sisi negatifnya, segi positif manjadi terbuka adalah kita akan sering berbicara dengan banyak orang dari berbagai kalangan dan background, ini akan memudahkan kita untuk mendapatkan informasi tentang apapun seperti misalnya informasi tentang lowongan pekerjaan atau beasiswa.

Jika kita introvert dan jarang berkomunikasi dengan orang luar maka bagaimana kita akan mendapatkan informasi dengan cepat dan banyak? Nah ini lah sisi positif yang bisa kita ambil agar kita terus berusaha untuk menjadi lebih terbuka.
Berhentilah menjadi penakut dalam hal apapun meskipun kita harus selalu waspada dalam melakukan segala hal tapi hilangkan rasa takut itu agar kita mudah untuk melangkah kedepan tanpa adanya hambatan rasa takut dalam diri kita.
Itu adalah beberapa contoh cara yang bisa dilakukan untuk merubah diri dari introvertatau tertutup menjadi lebih terbuka atau extrovert.

Sebenarnya tidak ada salahnya untuk menjadi seseorang yang introvert tapi akan lebih baik jika kita sedikit membuka diri dengan dunia luar karena ini akan berpengaruh pada cara berfikir kita di kemudian hari.

Tidak perlu takut untuk melakukan hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya tapi jangn sampai membahayakan diri sendiri, kita harus tetap waspada terhadap hal yang tidak di inginkan namun selalu berfikir positif akan membawa kita pada pribadi yang lebih terbuka.

Pikiran terbuka atau open minded akan memperkaya pilihan, dan itulah yang akan membuat kesuksesan pada diri kita. Tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi pribadi yang extrovert sepenuhnya hanya saja cobalah untuk sedikit terbuka dengan sekitar, dan untuk menjadi lebih terbuka perlu proses yang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.
Jadi teruslah berusaha sedikit demi sedikit untuk merubah diri kita sendiri menjadi yang lebih terbuka.

Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dalam 15 hari

Diposting oleh Andalusiaa di 03.49 0 komentar

Image result for menjadi pribadi yang lebih pribadiKebahagian sesesorang, sering kali ditentukan oleh cara seseorang bersikap terhadap hal-hal di sekeliling dan juga cara orang lain bersikap terhadap kita. Nah, tekanan dari tuntutan hidup tersebut ternyata dapat dikurangi dengan cara menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebuah artikel menarik ditulis oleh seorang kontributor newsmedia onecentatatime.com. Ia memaparkan tentang beberapa tips untuk membuat kita menjadi orang yang lebih baik dalam kurun waktu 15 hari. Ia mengaku bahwa 15 cara tersebut ia ramu dari panduan MTBH (Meant To Be Happy) dan pengalaman pribadinya.
Selama 15 hari berturut-turut ia melakukan hal-hal berikut untuk meningkatkan kualitas diri menjadi orang yang lebih baik, yaitu:
Hari 1:
Memaafkan orang-orang yang pernah melukai hati kita, meskipun seandainya mereka tidak meminta maaf. Manifestasinya adalah dengan memberikan ucapan selamat hari raya atau ulang tahun kepada siapapun di daftar kontak kita tanpa membeda-bedakan.
Hari 2:
Peduli dengan perasaan orang asing, meskipun mereka tidak peduli. Ketika mendapatkan kabar tentang kematian dari orang tua seorang teman, kita bisa mengirimkan ucapan bela sungkawa atua mengirim bunga.
Hari 3:
Melakukan kebaikan tanpa pamrih dan anonim. Sekali-kali kita bisa berkunjung ke panti atau melakukan donasi dengan tanpa menggembor-gemborkan nama kita siapa. Atau dengan melakukan kegiatan se-simple mengirim pulsa kepada teman yang kesusahan tanpa memberitahukan kepada teman tersebut bahwa kita telah mengiriminya pulsa.
Hari 4:
Membiarkan antrian di belakang kita mendapat giliran lebih dulu karena hanya membeli satu barang. Ketika sedang mengantri di supermarket dan kebetulan ada orang di belakang kita hanya membeli satu barang, sedangkan kita membeli banyak barang, kita bisa membiarkannya dilayani kasir lebih dulu.
Hari 5:
Merelakan sesuatu yang kita senangi untuk orang lain. Misalnya, sekali-kali kita perlu mentraktir teman kita makan. Atau bisa juga dengan membantu teman mengerjakan tugasnya.
Hari 6:
Tidak keberatan untuk berubah pikiran jika memang pendapat orang lain lebih bagus. Dalam diskusi misalnya, ada kalanya ego kita bermain lebih dominan. Pertimbangkan cost and benefit dari pendapat kita dan orang lain, jika memang pendapat orang lain lebih bagus, kita harus legowo menerimanya.
Hari 7:
Pertajam karakter kita. Jika kita ingin dikenal sebagi orang yang cool dan ramah, maka jangan melakukan hal-hal yang membuat kita terlihat kasar. Salah satu contohnya adalah dengan tidak membalas email orang dengan kata-kata yang bisa menyinggung perasaan.
Hari 8:
Sengaja berkunjung ke relasi sekedar untuk bersilaturahmi. Misalnya kita pernah bekerja sama dengan seseorang dalam suatu project. Sudah lebih dari dua tahun kita tidak berjumpa dengan partner kerja tersebut. Maka, ini adalah saat yang tepat untuk berkunjung ke rumahnya.
Hari 9:
Memberi teladan orang lain untuk menjadi lebih baik. Kita bisa bertemu dengan rekan kerja dengan kinerja paling buruk dalam tim. Kemudian kita memotivasinya dan menumbuhkan kepercayaan dirinya bahwa ia bisa seperti yang lain atau bahkan lebih.
Hari 10:
Pahami bahwa setiap kata dan perbuatan akan ada konsekuensinya di masa depan.Umumnya, di tempat kerja selalu ada politik atau gossip tentang siapapun. Pertama kita harus menghindari hal tersebut, kedua kita bisa memperingatkan orang-orang yang bergosip untuk tidak melakukannya.
Hari 11:
Jangan mengatakan “iya” jika sebetulnya kamu ingin bicara “tidak”. Ketika diberi tambahan kerjaan oleh bos dan sebenarnya kita tidak bisa mengerjakannya, sebaiknya kita jujur dan mengatakan “tidak”.
Hari 12:
Lebih mementingkan kebenaran daripada image/citra diri. Contoh sederhananya adalah dengan mengatakan “tidak tahu” daripada menjabarkan hal-hal yang tidak benar hanya supaya terlihat pintar.
Hari 13:
Daripada mengutuki keterlambatan orang, lebih baik mendoakan agar hal buruk tidak terjadi padanya. Implementasinya bisa dengan menyapa “apa kabar” ketika orang yang kita telepon menjawab panggilan kita, meskipun itu lama menjawabnya.
Hari 14:
Memahami bahwa orang lain memiliki hak untuk tidak sependapat dengan kita. Ketika orang lain memberikan komentar terhadap tulisan kita dan bernada tak setuju, biasanya kita akan berdebat panjang tanpa akhir. Sekali-kali, kita boleh berpikir bahwa tidak semua orang seperti kita dan berhenti bertengkar.
Hari 15:
Memperhatikan dampak dari kata-kata dan perbuatan kita kepada orang lain. Contoh singkatnya adalah dengan mengucapkan maaf ketika kita membuat orang lain sedih oleh ucapan atau perbuatan kita.

Bagaimana menjadi orang yang baik?

Diposting oleh Andalusiaa di 03.45 0 komentar
Image result for menjadi pribadi yang lebih baikBagaimana Cara Menjadi Orang Yang Baik? - Setiap orang pasti ingin dikelilingi oleh orang - orang atau teman - teman yang baik dan menyenangkan, meskipun masih sangat banyak orang yang belum bisa "merasakan" harapan yang demikian itu. Selalu ada saja orang yang membuat kita jengkel, marah, sebel, bete dan sejenisnya. Dan gak bisa dipungkiri lagi bahwa disekeliling mimin Patrick sendiri juga ada orang - orang nyebelin macam itu, dan rasanya ingin sekali mimin singkirkan mereka dari muka bumi ini!



Menjadi pribadi yang baik itu gampang - gampang susah, tergantung tingkat "kebaikan" kita saat ini seperti apa. Dan semua butuh proses! Kalau misalnya kita sekarang berada di level yang sangat tidak baik, pastinya kata "baik" sendiri masih sangat jauh dari diri kita yang sekarang, maka harus ada usaha ekstra untuk dapat menjadi pribadi yang baik itu. Nah sebelum mimin lanjut, yuk kita cari snack dulu biar enak bacanya.


Menjadi tipe orang yang kamu sukai


Kamu pasti punya donk kriteria - kriteria tertentu agar kamu menyukai orang tersebut? Misalnya orangnya harus tampan kaya mimin Patrick, trus setia kaya mimin Patrick, gak sombong kaya mimin Patrick blablablabla.. #eh itu sih kriteria pacar (-_-") maksud mimin bukan itu, maksudnya sifat - sifat orang menyenangkan bagi kamu. Ngerti kan? Misalnya"buat aku orang yang menyenangkan itu orang yang mau dengerin aku ngomong dan gak cuekin aku" nah itu berarti kamu juga harus menjadi orang yang demikian agar orang lain menganggap kamu menyenangkan. Simpel kan? Intinya disini adalah kalau kamu mau dimengerti, kamu harus mengerti orang lain terlebih dulu. Oke kita lanjut ke langkah berikutnya.


Menghindari sifat orang yang kamu benci


Coba kamu pikir, kalo kamu nemuin orang yang nyebelin, pasti kamu ngomal ngomel kan meskipun cuma dalam hati. Dan kamu pasti juga punya kriteria - kriteria tertentu untuk orang yang gak kamu suka. Iya kan? Misalnya : "Gue itu paling gak suka ama orang yang bisanya ngeluh tentang orang lain terutama tentang gue, udah gitu pake ngomongin gue dari belakang lagi! Sumpah gue benci banget ama orang yang begitu". Nah kalo kamu berani berkata demikian, apa kamu sudah instrospeksi diri? Apa kamu sudah merasa dirimu baik? Coba kamu korek ke dalam dirimu lagi. Apakah kamu masih punya sifat yang kamu sebut (kamu benci) itu atau nggak?

Jujur sama dirimu sendiri! Kalo kamu ngerasa masih punya sifat yang demikian, segera"akui" kesalahanmu itu dan meminta maaf terhadap dirimu sendiri, dan berjanjilah untuk menghindarinya lain kali. Bukannya malah pencari pembelaan atau pembenaran atas kesalahanmu itu. Itu sama aja kamu ngerasa paling baik dan gak perlu berubah lagi. Padahal? Pikir sendiri! Selama kamu masih punya atau pelihara sifat yang kamu sendiri membencinya, maka jangan salahkan orang lain jika mereka tidak menyukaimu! Dan selama itu pula kamu akan GAGAL untuk menjadi pribadi yang baik.


Buang sikap iri kepada orang lain


Nah sikap iri adalah salah satu penyakit hati yang harus kamu buang jauh - jauh demi menjadi orang yang lebih baik. Seperti apa sih contohnya? Ginini misalnya "Ih itu orang sombong banget sih? Baru punya talenan yang ada layar coleknya aja udah sok banget gayanya!""Ah baru punya tablet aja udah gaya banget dibawa bawa ke tempat bikin KTP, besok gue bawa puyer kesini!" Nah kaya gitu itu sifat yang harus kamu buang. Iya sih memang sifat yang demikian itu menandakan bahwa kita ingin menjadi "lebih baik" dari orang lain, TAPI dalam pengertian dan dosis yang salah.

Menjadi pribadi yang lebih baik itu gak harus lebih kaya dari orang lain kok, gak harus punya pacar yang lebih banyak dari orang lain, atau gak harus lebih tampan dari mimin Patrick #eh. Intinya kamu gak harus punya lebih banyak "hal yang bisa dibanggakan"daripada orang lain, karena bagi pribadi yang baik itu segala kebaikan hanya milik Sang Pencipta dan menjadi diri sendiri itu sudah menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

Dan sifat iri itu justru menunjukkan bahwa kamu merasa kamu punya kekurangan sampai - sampai merasa harus punya apa yang orang lain punya. Dan hal - hal yang demikian itu sama sekali tidak mencerminkan bahwa kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Sulit? Memang! Tapi kalau mau mencoba dan berusaha, maka kamu akan terbiasa :)


Redam ego mu


Coba kamu pikir, orang egois itu masuk kriteria orang baik bukan? Nggak donk? Malah itu adalah salah satu sifat yang dibenci orang. Mana ada orang yang bilang begini "aku tuh suka ama orang yang tukang ngiler, egois, mau menang sendiri blablabla". Gak ada kan? Maka dari itu kamu harus redam sikap egois mu! Memang sih, egois itu sifat yang manusiawi dan gak ada manusia yang gak egois. TAPI kita harus inget, kita hidup di dunia ini gak sendirian brosis!  Coba pemirsa amati, orang yang egois nya kebangetan itu pasti jarang punya temen baik. Kalo pun punya, pasti ada "sesuatu" dibalik pertemanan itu, atau temennya itu belum menyadari bahwa orang itu egois.

Siapa sih yang gak mau punya temen? Apa enak idup sendirian gak punya temen? Nggak donk?! Maka dari itu kamu harus redam ego kamu demi orang - orang disekitarmu. Bukan dibuang, tapi diredam. Karena sampai kapanpun manusia gak akan bisa ngebuang sikap egoisnya. Dengan kamu nge-redam ego mu, nantinya kamu akan lebih "sadar lingkungan" lebih mengerti orang lain yang otomatis akan dipandang baik oleh orang disekitarmu.
 

Menjadi lebih baik lagi Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting